Tindik dan Imunisasi
Salah satu adat di Jawa, mungkin juga di Indonesia, adalah jika bayi lahir cewek dikasih tanda anting. Karena Khayla cewek, jadi ikutan dikasih tanda. Sebenarnya Ayah dan Bunda pengin ngasih tanda sejak di Rumah Sakit, tapi karena Ayah gag mempersiapkan antingnya, perawat di Rumah Sakit gag mau.
Khayla ditindik Kamis, 18 Okt 2007 sama bu Sigit (bidan Desa Sarwadadi). Yang nemenin proses nindik Ayah, karena Bunda gag tega ngelihat Khayla ditusuk jarum. Waktu ditusuk Khayla nangis lho, sakit sih. Tapi cuma bentar kok, karena Ayah langsung ngasih botol susu ke Khayla. Khayla kan jadi gag bisa nangis lagi
Telinga Khayla yang kanan ditindik 2x, karena yang pertama terlalu tinggi. Padahal Ayah pernah cerita kalo biasanya bayi perempuan itu sudah ada tanda di daun telinganya tempat lubang yang harus ditindik. Jadi yg dilukai sebenarnya cuma kulitnya aja, karena daging daun telinga sudah ada lubangnya. Tapi kok ini gag gitu ya?
Malah kata Ayah sebelum ditindik telinga Khayla ditandai pake bolpoin tempat yg mo ditindik, jadi tidak mencari lubang daging daun telinga
Belum habis rasa sakit habis ditindik, Khayla diimunisasi Hepatitis B. Kata bu Bidan, bayi 0-7 hari harus di imunisasi Hepatitis B. Duuuhh, kan cakit bu bidan
Alhamdulillah Khayla gag rewel setelah imunisasi. Kasihan Ayah Bunda kan.
